Kecelakaan Makanan Terparah dalam Sejarah, Ketika Bir, Molase, dan Tepung Jadi Bencana

Makanan biasanya identik dengan kebutuhan sehari-hari, kenikmatan, dan sumber energi. Namun dalam beberapa peristiwa yang tercatat dalam sejarah, makanan dan minuman justru menjadi bagian dari bencana yang menimbulkan korban jiwa.

Bukan karena seseorang salah mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan, melainkan karena kegagalan industri, kecelakaan penyimpanan, ledakan, kebakaran, hingga kontaminasi bahan pangan. Beberapa kejadian bahkan terdengar seperti cerita fiksi karena melibatkan banjir bir, gelombang molase, ledakan debu tepung, hingga keracunan akibat gandum yang terkontaminasi.

Berikut sejumlah kecelakaan dan bencana terkait makanan yang menjadi catatan kelam dalam sejarah.

London Beer Flood, Banjir Bir yang Menewaskan Warga

London Beer Flood tahun 1814

Sumber gambar: HISTORY — https://www.history.com/articles/london-beer-flood

Pada 17 Oktober 1814, kawasan St. Giles di London mengalami salah satu kecelakaan industri paling tidak biasa dalam sejarah. Sebuah wadah kayu berukuran sangat besar di Meux & Co.'s Horse Shoe Brewery mengalami kerusakan dan melepaskan bir dalam jumlah sangat besar.

Kegagalan wadah tersebut kemudian memicu kerusakan pada wadah lain. Lebih dari 323.000 galon imperial porter akhirnya tumpah dan mengalir keluar dari area pabrik menuju kawasan permukiman.

Gelombang bir tersebut menerjang bangunan di sekitarnya. Beberapa orang yang berada di dalam rumah dan ruang bawah tanah tidak sempat menyelamatkan diri.

Jumlah korban yang tercatat berbeda sedikit antar sumber sejarah. HISTORY mencatat delapan orang meninggal, sedangkan Historic England mencatat sembilan korban, termasuk satu orang yang meninggal sehari kemudian akibat keracunan alkohol.

Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai London Beer Flood. Bencana tersebut menjadi contoh bagaimana kegagalan sebuah struktur penyimpanan dalam industri dapat berdampak langsung terhadap masyarakat di sekitarnya.

Great Boston Molasses Flood, Gelombang Molase yang Menghantam Kota

Great Boston Molasses Flood tahun 1919

Sumber gambar: Smithsonian Magazine — https://www.smithsonianmag.com/history/without-warning-molasses-january-surged-over-boston-180971251/

Salah satu bencana makanan paling terkenal terjadi di Boston, Amerika Serikat, pada 15 Januari 1919.

Sebuah tangki penyimpanan besar milik Purity Distilling Company mengalami kegagalan dan melepaskan jutaan galon molase ke kawasan North End Boston.

Cairan yang sangat kental tersebut bergerak melalui kawasan sekitar tangki dan menghantam bangunan, kendaraan, serta berbagai struktur yang berada di jalurnya.

Smithsonian Magazine mencatat bahwa gelombang molase diperkirakan mencapai sekitar 15 kaki dan bergerak dengan kecepatan sekitar 35 mil per jam. Bencana tersebut menewaskan 21 orang dan melukai sekitar 150 orang.

Investigasi dan proses hukum setelah kejadian turut menyoroti persoalan konstruksi tangki dan keselamatan industri. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Great Boston Molasses Flood.

Bencana ini menjadi salah satu contoh penting mengenai risiko menyimpan bahan dalam jumlah sangat besar di dekat kawasan permukiman.

Ledakan Tepung yang Mengubah Pabrik Menjadi Bom

Reruntuhan Washburn A Mill setelah ledakan tahun 1878

Sumber gambar: Minnesota Historical Society — https://www.mnhs.org/millcity/learn/history/building

Tepung terlihat seperti bahan makanan biasa. Namun ketika menjadi partikel debu yang sangat halus, bahan tersebut dapat menciptakan risiko ledakan dalam kondisi tertentu.

Pada abad ke-19, pabrik penggilingan tepung menghadapi risiko akibat debu yang terkumpul di udara dan permukaan bangunan. Jika debu yang mudah terbakar berada dalam konsentrasi tertentu dan bertemu sumber penyalaan, ledakan dapat terjadi.

Salah satu peristiwa besar terjadi di Washburn A Mill, Minneapolis, pada 2 Mei 1878. Menurut Minnesota Historical Society, percikan memicu debu tepung dan menyebabkan ledakan besar.

Ledakan tersebut menghancurkan bagian besar pabrik dan menewaskan 18 orang. Sejumlah fasilitas lain di kawasan industri sekitar juga mengalami kerusakan.

Setelah bencana tersebut, fasilitas penggilingan dibangun kembali dengan perhatian lebih besar terhadap ventilasi dan pengendalian debu.

Peristiwa Washburn A Mill menjadi salah satu contoh penting mengenai bahaya combustible dust dalam industri pengolahan bahan pangan.

Keracunan Massal Akibat Gandum yang Terkontaminasi

Hamparan gandum sebagai ilustrasi bahan pangan dalam kasus keracunan gandum

Sumber gambar: Pexels — https://www.pexels.com/photo/photo-of-a-wheat-field-12501277/

Tidak semua bencana makanan terjadi dalam bentuk ledakan atau banjir. Kontaminasi bahan pangan juga dapat menyebabkan korban dalam jumlah besar.

Pada 1971, gandum yang telah diberi perlakuan fungisida berbasis metilmerkuri dikirim ke Irak. Gandum tersebut sebenarnya ditujukan sebagai benih untuk pertanian, bukan untuk dikonsumsi manusia.

Namun sebagian gandum akhirnya digunakan sebagai bahan makanan. Konsumsi gandum yang telah diberi perlakuan tersebut menyebabkan wabah keracunan organomerkuri pada 1971–1972.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Bulletin of the World Health Organization, sebanyak 6.530 kasus dirawat di rumah sakit dan 459 pasien meninggal. Penelitian medis juga mencatat bahwa gandum tersebut digunakan untuk membuat roti setelah masuk ke rantai makanan.

Kasus Irak menunjukkan pentingnya pelabelan yang jelas, pengawasan distribusi, serta pemisahan antara bahan pertanian yang telah diberi bahan kimia dengan bahan pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Kebakaran Whiskey di Dublin

Tong whiskey dalam gudang sebagai ilustrasi penyimpanan minuman dalam jumlah besar

Sumber gambar: Pexels — https://www.pexels.com/photo/a-stack-of-whiskey-barrels-5720903/

Pada 18 Juni 1875, Dublin mengalami peristiwa yang terdengar seperti cerita absurd: kebakaran besar yang melibatkan ribuan barel whiskey.

Kebakaran terjadi di kawasan Liberties dan menyebabkan whiskey mengalir keluar dari tempat penyimpanannya. Cairan alkohol yang tersebar di jalan menciptakan kondisi yang sangat berbahaya.

Menurut Visit Dublin, kebakaran tersebut menewaskan 13 orang. Catatan sejarah mengenai kejadian ini menunjukkan bahwa korban meninggal akibat keracunan alkohol setelah mengonsumsi whiskey yang mengalir di jalan, bukan karena terbakar secara langsung.

Sumber lokal Dublin juga mencatat bahwa api menyebabkan whiskey dari barel-barel yang pecah mengalir seperti sungai melalui jalanan. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Great Whiskey Fire of Dublin.

Kejadian ini menjadi contoh bagaimana penyimpanan minuman dalam jumlah besar dapat menimbulkan risiko yang tidak terduga ketika terjadi kebakaran dan kerusakan fasilitas.

Ketika Makanan Menjadi Sumber Bencana

Fasilitas produksi makanan industri sebagai ilustrasi skala industri pangan

Sumber gambar: Pexels — https://www.pexels.com/photo/modern-industrial-food-production-facility-interior-36823725/

Jika dilihat sekilas, banjir bir, gelombang molase, ledakan tepung, kebakaran whiskey, dan keracunan akibat gandum terlihat seperti kejadian yang sama sekali berbeda.

Namun terdapat satu kesamaan penting: skala industri dapat mengubah bahan yang sebenarnya biasa menjadi sumber bahaya besar.

Molase tidak berbahaya ketika berada dalam wadah kecil. Bir juga bukan ancaman ketika berada di dalam gelas. Tepung merupakan bahan makanan sehari-hari, sementara gandum merupakan salah satu bahan pangan penting bagi manusia.

Masalah muncul ketika bahan tersebut disimpan, diproses, atau didistribusikan dalam jumlah sangat besar dan terjadi kegagalan sistem.

Dalam beberapa kasus, sumber bahayanya berasal dari struktur penyimpanan. Dalam kasus lain, masalah muncul karena sifat fisik bahan, debu yang mudah terbakar, atau kontaminasi bahan kimia.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Bencana-Bencana Ini?

Mesin dan fasilitas produksi makanan sebagai ilustrasi keselamatan industri pangan

Sumber gambar: Pexels — https://www.pexels.com/photo/modern-industrial-food-production-facility-interior-36823725/

Sejarah kecelakaan makanan bukan hanya kumpulan cerita aneh dari masa lalu. Di balik setiap peristiwa terdapat pelajaran mengenai keselamatan industri dan keamanan pangan.

Beberapa kejadian menunjukkan pentingnya desain dan pemeriksaan struktur penyimpanan. Kasus lain memperlihatkan bagaimana kontaminasi dapat terjadi ketika distribusi bahan tidak diawasi dengan baik.

Ledakan debu tepung juga menunjukkan bahwa bahan pangan dapat memiliki karakteristik fisik yang berbahaya ketika diproses dalam kondisi tertentu.

Perkembangan standar keselamatan industri dan keamanan pangan tidak terlepas dari pengalaman panjang dalam menghadapi kecelakaan, kegagalan sistem, dan kontaminasi.

Dengan kata lain, berbagai bencana tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana bahan tersebut diproduksi, disimpan, dipindahkan, dan diawasi.

Kesimpulan

London Beer Flood sebagai bagian dari sejarah kecelakaan industri makanan

Sumber gambar: HISTORY — https://www.history.com/articles/london-beer-flood

Sejarah mencatat sejumlah kecelakaan makanan yang sulit dipercaya jika hanya dilihat dari namanya. Ada banjir bir di London, gelombang molase di Boston, ledakan pabrik tepung, kebakaran whiskey di Dublin, hingga keracunan massal akibat bahan pangan yang terkontaminasi.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa makanan tidak selalu menjadi sekadar urusan dapur dan meja makan. Ketika diproduksi, disimpan, atau didistribusikan dalam skala besar, kegagalan kecil dapat berkembang menjadi bencana.

Karena itu, kisah-kisah tersebut bukan hanya menarik untuk diketahui. Mereka juga menjadi pengingat bahwa keselamatan dalam industri makanan membutuhkan standar, pengawasan, dan pengelolaan risiko yang serius.

Referensi Artikel

  • HISTORY — The London Beer Flood — https://www.history.com/articles/london-beer-flood
  • Historic England — Horse Shoe Brewery and the 1814 Beer Flood — https://historicengland.org.uk/images-books/photos/item/BL19305
  • Minnesota Historical Society — Washburn A Mill History — https://www.mnhs.org/millcity/learn/history/building
  • Minnesota Historical Society — Flour Milling History — https://www.mnhs.org/forestsfieldsfalls/flourmilling/flourmilling-slide05
  • Boston.gov — 100 Years Ago Today: Molasses Crashes Through Boston's North End — https://content.boston.gov/news/100-years-ago-today-molasses-crashes-through-bostons-north-end
  • Smithsonian Magazine — Without Warning, Molasses Surged Over Boston — https://www.smithsonianmag.com/history/without-warning-molasses-january-surged-over-boston-180971251/
  • World Health Organization — An outbreak of organomercury poisoning among Iraqi farmers — https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/260857/PMC2366398.pdf
  • PubMed — An outbreak of methylmercury poisoning due to consumption of contaminated grain — https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/964390/
  • Visit Dublin — Discover the History of Whiskey in Dublin — https://www.visitdublin.com/guides/history-dublin-whiskey
  • The Liberties Dublin — The Great Whiskey Fire of 1875 — https://libertiesdublin.ie/the-great-whiskey-fire-of-1875/
  • Pexels — Wheat Field — https://www.pexels.com/photo/photo-of-a-wheat-field-12501277/
  • Pexels — A Stack of Whiskey Barrels — https://www.pexels.com/photo/a-stack-of-whiskey-barrels-5720903/
  • Pexels — Modern Industrial Food Production Facility — https://www.pexels.com/photo/modern-industrial-food-production-facility-interior-36823725/
  • Video sumber — https://youtu.be/U0Tgs1g6Sr4

*

Posting Komentar (0)